Direktorat Kawasan Sains, Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, pada 1 Maret 2019 di hotel Aston Manado menyelenggarakan serangkaian kegiatan sosialisasi pendirian dan pengembangan kelembagaan inkubator bisnis teknologi di di kota Manado, Sulawesi Utara yang dihadir oleh perguruan tinggi di Sulawesi, Maluku dan Papua. Selain itu dikatakan juga bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peran serta perguruan tinggi, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya di setiap daerah untuk menumbuhkembangkan start-up company melalui proses inkubasi di lembaga Inkubator Bisnis Teknologi. 

Kegiatan ini diawali dengan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dr. Ir. Qiqi Asmara, ST., M.Si., IPM yang mewakili Direktorat Kawasan Sains, Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa diantara tujuan pengembangan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) adalah menciptakan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi  atau start-up company yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia terdidik dalam menggerakkan perekonomian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Qiqi Asmara dalam paparan program pendirian dan pengembangan kelembagaan inkubator bisnis teknologi 2019 menyampaikan bahwa bantuan pendirian lembaga inkubator bisnis teknologi  di khususkan untuk diberikan kepada daerah yang belum ada sama sekali atau yang masih sedikit keberadaan lembaga inkubator bisnis  teknolog ditargetkan pada tahun 2019 diperoleh 5 (lima) lembaga inkubator bisnis bisnis baru. Sedangkan untuk  pengembangan lembaga inkubator bisnis teknologi yang sudah ada (exist) dapat diberikan bantuan untuk mendukung  dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan target dapat diperoleh 20 (dua puluh) lembaga inkubator bisnis teknologi yang dikembangkan.

Ruang lingkup kegiatan pendirian inkubator bisnis teknologi, sebagai berikut : 1.Pelaksanaan kegiatan berupa pertemuan atau rapat atau FGD pendirian inkubator bisnis teknologi;  2.Pendampingan penyusunan studi kelayakan, business model canvas, business plant inkubator bisnis teknologi, dan dokumen rekrutmen tenant; 3.Pelaksanaan rekrutmen tenant. Sedangkan ruang lingkup kegiatan pengembangan kelembagaan inkubator bisnis teknologi, yaitu 1.Pelaksanaan kegiatan berupa pertemuan atau rapat atau FGD penyusunan business model canvas, business plant, action plant, SOP, dan proposal tenant; 2.Pendampingan penyusunan business model canvas, business plant, action plant, SOP, dan proposal tenant; 3.Pelaksanaan FGD pengembangan kelembagaan inkubator bisnis teknologi dan Business Matching; 4.Capacity building pengelola inkubator bisnis teknologi berupa workshop, bimbingan teknis dan magang pada inkubator bisnis di luar negeri.

Dalam presentasinya Prof. Dr. Ir. Hadi Karia Purwadaria, M.Sc,  Guru Besar Institut Pertanian Bogor yang mewakili Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyampaikan konsep dan pengembangan  Inkubator Bisnis Teknologi. Pada paparannya dijelaskan tentang dasar hukum pembentukan lembaga inkubator binis teknologi di Indonesia yaitu berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Kewirausahaan.  Dikatakan pula oleh Prof. Dr. Ir. Hadi Karia Purwadaria, M.Sc bahwa Inkubator  wirausaha atau inkubator Bisnis Teknologi merupakan lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta inkubasi yaitu perusahaan pemula berbasis teknologi yang disebut tenant, client incubator, atau  inkubasi dalam suatu bangunan fisik untuk  ruang usaha yang dimiliki oleh lembaga inkubator bisnis teknologi.

Sejak generasi pertama di tahun 1950-an sampai saat ini lembaga inkubator bisnis teknologi terus melakukan revolusi pengembangan inkubator bisnis teknologi, dimana awalnya hanya memberikan layanan ruangan dan infrastrukturnya, saat ini di generasi  ke empat lembaga inkubator bisnis teknologi telah melakukan ko-inkubasi dengan inkubator di negara lain, co-working space untuk menumbuhkan calon start-up baru secara internasional. Menurut Prof. Dr. Ir. Hadi Karia Purwadaria, M.Sc, program ko-inkubasi adalah program kerjasama antar inkubator bisnis lintas negara dengan tujuan untuk mendukung tenant pengusaha pemula bagi mereka yang bermaksud memperluas pasar ke negara lain. Sedangkan co-working space merupakan ruang fisik yang disediakan untuk calon start-up berkumpul, berdiskusi, dan bertemu dgn para stakeholder bisnis, sesama calon, pengusaha yang tengah berkembang, pengusaha telah mapan, investor, supplier, pengusaha logistik, eksporter, KADIN, lembaga keuangan dan lain-lain. Co-working space owner yang baik akan menyediakan layanan bagi start-up ruang untuk diskusi dengan motivator, dan para stakeholder lain secara berkala dan rutin, memberikan informasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis, coach atau mentor bagi calon start-up yang telah menggagas wirausaha mereka.

Diantara perwakilan  yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini adalah Universitas Sam Ratulangi, Universitas Klabat, Universitas Prisma, Politeknik Negeri Ambon, Universitas Musamus Mauruke Papua, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Kendari, Politeknik Negeri Nusa Utara, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Al Asyariah Mandar, Universitas Tadulako, Universitas Islam Makasar, Universitas Muhammadiyah Makasar, Politeknik  Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Universitas Yapis Papua, Universitas Kristen Indonesia Paulus, STMIK Dipanegara Makassar, Universitas Fajar, Universitas Muhamadiyah Gorontalo. (QA/KSTLP)